Rabu, 17 November 2010

Operasi Pasar

Kalau pagi abis anter Dinda anakku ke sekolah, aku ma ibu2 sekolah kelasnya dinda, yg SDN RSBI 11 Kebon Jeruk Jakarta Barat itu, kadang jalan2 bukan ke mall, secara masih pagi belum buka, kita operasi pasar. Bisa ke pasar asemka, pasar pagi mangga dua, pasar mayestik, pasar tanah abang bukit auri, puasss deeh.
Cari kosmetik ke suppliernya, bunga artifisal yang murah di pasar asemka, ke pasar pagi mangga dua biasanya siy cari sanggul, kalo pasar tanah abang bukit biasanya baju2 sisa eksport tuh.. ada yang cari payung, cari laser pointer, kacamata gogel, asesoris sanggul dan jilbab, heallaaah, macem2 deh namanya juga emak emak, heheh
lumayaaan, barang sama seperti di toko, harga murah, dan ada rasa so excited banget kalo bisa dapet yang lucu-lucu, heeuuh









Photobucket

Riasanku

Karena sering ikut mamaku yang perias itu, Ny Hj Minto Endang SPd, dari kecil aku ikut lho, awalnya siy cuman ambil2in alat2 make upnya mama ketika mamaku ngerias nganten, kadang kalo kru sdg sibuk ya turun juga ikut ngerias pager ayu, keluarga, panitia, kadang pengangten pria kupakaikan kain juga lho. Pernah nih, waktu itu aku masih baru baru kuliah, dapet tugas makein baju penganten cowok, huedeeeh, ganteng banget tuh pengantennya, saking groginya, kaen panjang sudah rapi, disetagen, tapi lupa pakein kemeja putihnya, haiyaaah, dibuka lagi tuh setagen ma kaen, jadi malu deeeh, pakelah tuh kemeja baru kaen setagen baru jas, waduuuuh...

So, selain aku bagian seksi sibuk, kadang motret2 juga buat dokumentasi si mama, ak juga praktek2 make up di wajahku, kadang ya terima order ngerias n ngejilbab buat wisuda, atau buat resepsi.
Boleh kok panggil2 aku buat rias pagi2 nih, aku bisa dateng kok :)


wisuda AYU 15 nov 2010


soft smokey eyes



jilbab modif bunga samping


all pictures taken by handphone camera, not too good but not too badlaaah

Photobucket

Mamaku Wisuda tgl 9 November 2010





mamaku yang perias itu, ibu Ny Hj Minto Endang SPd, wisuda juga akhirnya, beliau kuliah S1 di Univ Kejuangan 45, secara nenek2, anak2nya udah merit & pengangguran, so blio isi waktu dengan kuliah lagi.
Datang dong kita ke wisudanya di Tennis Indoor Senayan 9 Nov 2010 lalu.
Selamat ya mamakuuuu :)
Semoga tambah laris rias pengantinnya, heuheuheu

Photobucket

Dorayaki Mak Nyuuusss



Punya wajan ini gara2nya mama ikut arisan, hmm, jadi ikutan beli tapi bikin apa yaaa.
eee ada buku resepnya siiiy
ya udah coba dorayaki aja, gampang juga buatnya.

telur 3 butir
gula pasir 2,5 ons
tepung terigu segitiga 3 ons
vanili
fermipan 1 sachet
santan 1 gelas belimbing (250 cc)
dimixer 15 menit

kemudian diamkan 1 jam sampai mengembang

kemudian masukkan 1,5 ons mentega cair, aduk2 kmd goreng

diolesi dgn mentega dulu baru masukkan adonannnya

so easy kaaaan

hmm yummyyyy

Photobucket

Dori salut havermut



Dinda anakku paling suka ikan dori ini, belinya di Carrefour di bagian makanan beku, seplastik besar bisa isi 3 potong fillet.
Resepnya siy gampang banget.

potong2 dori sebesar jari
cuci bersih
kucuri air cuka dikit dan taburkan garam
biarin dulu
sambil disiapkan tepung roti kasi garam, gula dikit dan lada halus
telur 1 butir kocok
havermut

ambil ikan kemudian guling di tepung roti
kemudian celup ke kocokan telur
guling2 di tepung roti kmd celup ke kocokan telur dan terakhir havermut
supaya tebel tuuuh

baru deh goreeeeng
gampang kaaaaan

met coba yaaaa

Photobucket

Senin, 14 Juni 2010

Keutamaan Bulan Rajab

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Bismillaahirahmanirrohiim.

Tanggal 14 Juni 2010 kita memasuki bulan Rajab. Bulan Rajab adalah bulannya Allah. Marilah kita simak ada apa di balik bulan Rajab itu. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, "Ketahuilah bahwa bulan Rajab itu adalah bulan Allah, maka:

* Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT;
* Dan barang siapa berpuasa pada tanggal 27 Rajab 1431/Isra Mi'Raj (10 Juli 2010) akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa;
* Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT;
* Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu tgl 1, 2,dan 3 Rajab (14, 15, 16 Juni 2010) maka Allah akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia dan siksa akhirat;
* Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, insya Allah permintaannya akan dikabulkan;
* Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka akan ditutupkan pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga;
* Barang siapoa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikannya, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka Allah akan menambahkan pahalanya."

Sabda Rasulullah SAW lagi:
"Pada malam Mi'raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih Mani's dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s: "Wahai Jibril, untuk siapakah sungai ini?"
Maka berkata Jibril a.s: "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini."

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita:
"Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau mengangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada Allah SWT. Lalu saya bertanya kepada beliau:

"Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis?" Lalu beliau bersabda: "Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kuburnya, dan saya berdoa kepada Allah, lalu Allah meringankan siksa atas mereka."

Sabda beliau lagi: "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab, niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur."

Tsauban bertanya: "Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur?" Sabda beliau: "Wahai Tsauban, demi ALLAH zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena Allah, kecuali Allah mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun."

Sabda beliau lagi: "Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku".
"Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi, dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya'ban dan bulan Ramadhan.
Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan menahan lapar dan haus bagi mereka."

Oh ya teman, selain menunaikan puasa sunahnya, kita juga bisa mengamalkan
doa-doanya, sbb:
* Hari ke 1 Rajab s/d 10 Rajab
- Subhanallah yaa hayyu ya qayyuum (maha suci Allah yang maha hidup dan maha mandiri) dibaca sebanyak 100X
- Surat Al Ikhlas sebanyak 12X

* Hari ke 11 Rajab s/d 20 Rajab
- Subhanallah A Haadishomad (Maha suci Allah yang maha pemberi petunjuk dan maha dibutuhkan) dibaca sebanyak 100X
- Surat Al Ikhlas sebanyak 12X

* Hari ke 21 Rajab s/d 30 Rajab
- Subhanallah roufurrohiim (Maha suci Allah yang maha pengasih & Penyayang) dibaca sebanyak 100X
- Surat Al Ikhlas sebanyak 12X

Doa tsb kita baca setelah sholat 5 waktu, semoga puasa & ibadah kita diridhoi oleh Allah SWT dan kita mengerjakannya dengan ikhlas hanya semata untuk Allah semata.

ISTIGHFAR, dibaca 70x setiap hari, antara Dzuhur dan Ashar selama bulan Rajab dan utama sekali dibaca s/d bulan Ramadhan:
"Astaghfirullahal azhim allazi la illaha illa huwal hayyul qayyuma wa atubu ilaih, taubata ab'din zalimin la yamliku linafsihi darraw wala naf'an walaa mautan walaa hayaatan wala nusyuro".

Semoga doa bulan rajab ini dapat bermanfaat bagi teman sekalian, amien ya robbal aalamiin.

Thanks & Best Regards
Dyah Kusuma Susanti
http://www.pernikbunda.com/
YM/email: dyah_ardya@yahoo.com

Photobucket

Minggu, 30 Mei 2010

Spiritual Trip Mei 2010

Alhamdulillah, dapet rezeki dari Allah SWT, bisa umroh euy, mendadak juga neh, 14 April 2010 baru menghubungi travel Hidayah Safir untuk keberangkatan 7 Mei 2010. Mana paspor sudah expired, yang dulu tahun 1994 ke singapore sudah angus ngus.. so bikin baru lagi, buatnya di Imigrasi Jakarta Barat di kota tua tuh.. untung si Vivi temenku punya temen di imigrasi yang bisa buat paspor sehari jadi, syipp.. (tapi harganya rada mehong juga, hiks)
So 7 Mei 2010 berangkat, diantar Dinda dan suamiku, sudah janjian sama Mama yang nemenin umroh juga, ketemu di airport Cengkareng. Jemput Dinda dulu di sekolahnya, pamit sama bu guru, jam 11 harusnya sudah di airport, tapi masih santai2, pesawatnya jam 16.10 by Saudi Arabian.



Ternyata delay 2 jam euy.. hmmm melatih kesabaran juga.. Tetapi memang gak ditungguin Dinda dan suami sampai keberangkatanku, karena suami harus ketemu klien jam 1 siang di Patal Senayan, dan Dinda meluk aku sambil nangis, gak mau pisah.. hiks. Fotonya ada di hape, langsung kuaplot di FB, temen2 nanya emang mau kemana, hehe.. Oh iya, rumah di kebon jeruk, kalo ke airport cuman 30 menit, karena ada tol baru tuh, jadi lumayan menghemat waktu. Selama nunggu delay, tetep FBan dan baca2 buku umroh:)

Kita langsung ke Medinah, perjalanan 14 jam, karena transit di Damam nurunin TKI. Perbedaan waktu Jakarta - Medinah sekitar 4 jam.
Oh ya, kita dapet koper kecil dari travelnya, tapi kuisi 6 stel baju (termasuk pakaian ihram) dengan 1 stel batik seragam dari travelnya, masih sisa 1 baju yang kupakai. Bawa bajunya yang tipis2 aja, tapi jangan menerawang lho, kemudian 2 mukenah atasan. Ciri2nya orang Indonesia dan Malaysia, kalo ke mesjid cuman pake celana panjang & blus yang kemudian pake mukena langsung dari hotel. Oh ya, di Medinah kita dapet hotel jarak 100m dari Masjid Nabawi. Hotel Soffra, ternyata hotelnya sama dengan hotelnya temenku Ira yang pergi umroh bulan Maret 2010.
Sesampai di Medinah itu, nunggu antri imigrasinya lama, dicek satu2, apalagi aku kan pergi gak sama muhrim. Perempuan di bawah 40 tahun harus ada muhrim. Nah aku dicariin muhrim sama travelnya, sama Pak Rifaat, yang kelahiran 1972, aku jadi kakak adik sama blio. Jadi deh visaku, jadi berangkat deh, hihi. Setelah imigrasi selesai, urusan barang selesai, kita naik bis ke hotel. Pemandangan kanan kiri bukit2 batu.




Soal bawaan, emang harus bawa kacamata item, payung, masker (karena umroh cuman 9 hari, gak terlalu kepake), obat2an (obat andalanku panadol merah, yang emang ampuh dan juga menolong beberapa jamaah yang pusing2 hehe sama balsem kuning plus uang benggolan buat kerokan haha) kemudian bawa Vaselin untuk kulit terbakar, tetapi disana juga gak gitu kepake (disana ada juga siy yang jual), malah kepake ma temen2ku yang mukanya ngeletek2 karena terbakar, aku sendiri pake krim pelembab wajah dari dokter, yang krim pagi dan krim malam untuk perawatan wajah, gak boleh dipake sama sekali, karena emang disana panas banget juga gak efeklah kalo mau treatment juga, hehe. Kemudian pelembab bibir jangan lupa yah, aku pake pelembab bibir Vaselina yang bentuknya kayak odol kecil. Disana aku beli Nivea krim, untuk body lotion, karena kalo lotion yang kubawa dari Jakarta langsung ilang, kelembabannya gak berasa. Kemudian bawa gelas juga, aku bawa trumpet tumbler Twin Tulipware warna ungu, soalnya bisa bawa2 air zam zam dari mesjid ke hotel. Gelasnya juga gak pake gelas yang disediain di mesjid.
Soal obat anti penunda haid, aku sudah ke 2 dokter, yang waktunya bukan jadwal mens, malah keluar haid, obat Lutenyl dan Primolute yang orang2 bisa ampuh sama aku gak ampuh, ak juga dikasih obat hormon sama dokter yang terakhir, ada kemungkinan hormonku lagi gak bener.

Ketika masuk hotel, bisnya melewati mesjid Nawabi, itu malam hari, menitiklah air mataku, padahal sudah capek yah, liat mesjid aja menangis.. jarak hotel dengan mesjid deket banget, kita di sebrangnya Hilton Medinah.

Di Medinah, belanjanya (teteup boo) lebih banyak di Medinah. Karena kita pikir kalau sudah di Mekkah bakal gak konsen ibadahnya, hehe. Di Medinah barangnya lebih mahal, kayaknya lebih tenang di Medinah deh, kotanya sendiri lebih datar dibanding Mekkah yang berbukit2. O iya, pedagang disana fasih bahasa Indonesia, bahasa buat jualan, kalo kita datang pasti disapa, orang Indonesia baguuus.. huu ngerayu duluan. Tapi disana sedikit barang yang bisa ditawar, aku nawar tasbih kristal, 10real/tasbih, aku tawar 15real 2tasbeh, eh dibilang peliiiit, langsung kabur aku sama mama, maluuu hahahaha
Inget umroh, kerjanya cuman makan, tidur, ibadah ke mesjid, jalan2 sekitar mesjid yang banyak pertokoan, bisa lihat2 yang di Jakarta gak ada. Jajan nasi briyani, ayam arab, juice, roti isi dll. Di depan mesjid Nabawi Medinah juga ada money changer, aku tuker rupiah ke real rp 2500. Ada food mart juga yang jual macem2 biskuit, di kamar suka kelaperan, heuh.








Kalau di Mesjid Nabawi, askarnya lebih galak, terutama askar wanitanya, mereka bisa sedikit2 berbahasa Indonesia, kadang menyapa ibu, umi. Aku pernah diremes dadaku, dikira nyimpen HP di dada.. aku menjerit kecil, eh malah ngajakin tos2an, gile tu askar.. padahl dia gak tau aku nyimpen HP di betis, didalam kaus kaki, kadang legging, ketika nunggu waktu sholat, aku motret2 itu juga motret dari bawah, interior atas mesjid, ak foto narsis lagi baca Al Quran, HPnya motret dari bawah, hehe.

Sehari sebelum meninggalkan Medinah, kita berkunjung ke Mesjid Quba, Baqi, Mesjid Qiblatain, kebon korma, Jabal Magnet, Jabal Uhud
Di Mesjid Quba, kita sudah berwudhu dan shalat di Mesjid Quba. Yang lebih istimewa lagi dari Masjid Quba adalah, Rasullah bersabda "Sekali sholat di Masjid Quba adalah sama dengan satu kali umrah", diriwayatkan oleh Turmuzi dan lainya dari Usaid bin Zuhair.





Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah, maka disinilah pula sholat berjama'ah pertama kali dilakukan.

Masjid Quba dibangun oleh Nabi di atas sebidang tanah milik Kalsum bin Hadam dari Kabilah Amir bin Auf. Pembangunan Masjid ini dilakukan dua kali, yang saat perta kiblatnya menghadap ke Baitul Makdis di Palestina, dan kemudian menghadap Baitullah di Mekah.

Adapun pembangunannya dilakukan pada awal kedatangan Rasulullah di desa Quba dalam perjalanan Hijrahnya menuju Madinah yaitu 12 Rabiul awal tahun ke-13 H (622 M). Masjid ini terletak sekitar 5 km dari Masjid Nabawi, di kaki bukit dengan telaga yang mengalirkan air jernih yang menyuburkan pepohonan dan kebun-kebun sekitarnya.


Jabal Uhud


Jabal Magnet


Oh ya, kalo kubilang, korma lebih murah di sekitar mesjid Quba daripada di kebon kormanya lho. Nyesel deh beli yang di kebon korma, soalnya baru diberitahu belakangan sama bu Asih, jemaah yang sering umroh, hihi. Kalo di kebon korma paling beli coklat sama manisannya aja.

Soal Raudhah, sekarang di Mesjid Nabawi, untuk wanita jadwalnya ada yang siang dan malam, waktu itu kita gak ikut ma temen2 travel, secara mereka udah pergi sendiri, sedangkan aku waktu itu masih ada tamu, malam terakhir di Madinah, sehabis sholat Isya, aku dan mama nanya TKW yang penjaga kebersihan mesjid Nabawi, nanya pintu Raudhah buka jam berapa, karena jadwal untuk wanita jam 22.00 malam, katanya sebentar lagi jam 8.30.. ya sudah akhirnya kurang 30 menit lagi kita nunggu di kelompok yang ada askar megang semacam papan penunjuk "Bahasa Melayu". Disitu kelompoknya orang2 Indonesia dan Malaysia yang akan berkunjung ke Raudhah. Di sebelah juga ada kelompok2 lagi. Tetapi menunggu untuk masuk ke Raudhah itu memang lama sekali, antri, karena gantian dengan kelompok2 lainnya,. Jam 11an baru deh kita bisa di karpet hijaunya Raudhah, setelah salam ke makam Rasul, walau berdesak-desakan, aku bisa shalat juga, mohon ampun padaNya, memanjatkan beribu-ribu doa (titipan temen dan saudara banyak bener, aku save di HP tapi gak berani buka juga hahaha)
Tangis tak tertahankan deh di Raudhah, alhamdulillah ya Rab
Di dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim pun, Raudah digambarkan sebagai tempat yang istimewa. "Di antara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman surga dan mimbarku berada di atas telagaku." Begitulah sabda Rasulullah saw seperti dalam hadis Bukhari dan Muslim.

Pulang dari Raudhah jam 12an, itu Medinah sekitar mesjid Nabawi masih ramai, kita jajan nasi briyani dulu sama jus, french fries, pasti restoran hotelnya sudah tutup.

Besoknya kita siap2 ke Mekkah, udah siap dengan baju ihram untuk ambil miqat di Bir Ali, perjalanan ke Mekkah 6 jam, sedangkan ke Bir Ali hanya 1 jam.

Di Bier Ali aku wudhu, oh ya tempat wudhunya juga disiapin bangku permanen di depan kerannya, kali untuk ibu2 yang gemuk yah yang gak bisa duduk, setelah wudhu shalat kemudian niat umroh. Kemudian perjalanan lanjut lagi ke Mekkah, kantuk tak tertahankan dan terbangun sudah di depan hotel di Mekkah, hotel Mawaddah. Hotelnya dekat pintu 79, cuman berjarak 100 meter dari pintu 79 Masjidil Haram.
Kota Mekkah malam hari rame pisan, tengah malem jam 00.30 malah macet jalan yang depan hotelku. Setelah check in, makan, balik kamar untuk wudhu, langsung malam itu juga kita ritual umroh, deg2an waktu masuk masjidil haram, tambah deg2an lagi waktu liat kaabah, nitik nih air mata (aduh merinding pas ngetik nih hiks), thawaf tak henti2nya menitik air mata. Sambil liat2 sikon, hmm gak gitu rame, niat besok mau nyium hajar aswad pasti bisalah, heuheu

Yang lucu ketika esoknya, ketika thawaf berdua mama, ada TKI wanita, yang nawarin jasa ke aku untuk bisa nyium hajar aswad, tp kutolak, kalau mama siy udh pernah nyium, waktu haji 2x dulu.. nah si mama rada2 juga, kalo aku udah mau deket, tapi ditarik2 katanya penuh, ya udah besoknya lagi ak berdua mama thawaf lagi tapi pas udah mau deket, ditarik2 lagi alasan rame... hmm gak bisa nih ngajak mama, (rada2 obsesi juga mau nyium hajar aswad) besoknya abis ashar, mama pulang ke hotel ak masih baca Al Quran trs lanjut thawaf sendirian, alhamdulillah, bisa nyium di hajar aswad, berdoa di depan multazam, semoga diijabbah, amiiin






Selama di Mekkah, sempet jalan2 ke Jeddah ke toko Ali Murah, seisi toko orng Indonesia, pinter bahasa Indonesia, si Arabnya juga. hmm



Juga jalan2 ke Jabal Rahma, tempat pertemuan nabi Adam dan Siti Hawa, setelah turun dari surga berpisah satu sama lain dan dipertemukan di Jabal Rahma, tetapi aku gak sempet naik ke atas nih..di belakangnya ada mobil es krim lho.



Kalo ini di Jabal Tsur


Selama di Mekkah, pasar Seng udah dibongkar, tapi di belakang hotel Hilton masih banyak tuh toko2nya orang Arab. Seringnya sih thawafnya pindah ke toko2 sini, huehehehe sstttt
sama si Mansur, sempet2nya bilang ai lap pyu, weeeeks







akhirnya tiba pulang ke Jakarta, mampir ke Mesjid terapung di laut Merah


Cegah kanker serviks sedini mungkin, gunakan AVAIL pembalut herbal, Join AVAIL klik disini

Photobucket